<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Kurikulum Merdeka on Pembelajaran Berbasis Proyek</title><link>https://pembelajaranproyek.com/tags/kurikulum-merdeka/</link><description>Recent content in Kurikulum Merdeka on Pembelajaran Berbasis Proyek</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Fri, 24 Oct 2025 09:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://pembelajaranproyek.com/tags/kurikulum-merdeka/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Peran Guru sebagai Fasilitator dalam Pembelajaran Berbasis Proyek</title><link>https://pembelajaranproyek.com/posts/peran-guru-fasilitator-pbl/</link><pubDate>Fri, 24 Oct 2025 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://pembelajaranproyek.com/posts/peran-guru-fasilitator-pbl/</guid><description>&lt;p&gt;Perubahan paradigma pendidikan abad ke-21 telah menggeser peran guru secara fundamental. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan di ruang kelas, melainkan &lt;strong&gt;fasilitator pembelajaran&lt;/strong&gt; yang membantu siswa menemukan, memahami, dan menerapkan pengetahuan melalui pengalaman langsung. Dalam konteks &lt;em&gt;Project-Based Learning (PBL)&lt;/em&gt;, peran guru menjadi semakin strategis — bukan sebagai pengajar yang memberikan jawaban, tetapi sebagai pemandu yang memantik rasa ingin tahu dan menuntun siswa mencapai solusi melalui eksplorasi mandiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pendekatan ini sejalan dengan semangat &lt;strong&gt;Kurikulum Merdeka&lt;/strong&gt;, yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran aktif. Guru tidak lagi hanya mengajar “apa” dan “bagaimana”, tetapi membantu siswa memahami “mengapa” mereka belajar sesuatu dan “untuk apa” pengetahuan itu diterapkan.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>